Sabtu, 17 April 2010

Ruang Terapi Autis di RS Pertamina Balikpapan Dilengkapi CCTV

SEORANG bocah berumur empat tahun datang ke Balikpapan Autis Center (BAC) Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) digandeng sang ayah. Tak peduli dengan orang sekitarnya, ia melangkah masuk dan langsung duduk di deretan bangku yang terletak di lorong ruangan.

PARA terapis pun ramai menyapa sang bocah. "Irfan sudah datang", "Irfan mau main apa?". Tapi sosok yang dipanggil Irfan ini hanya tertawa, menengok sekilas, kemudian turun dari kursi tempatnya duduk dan berlari hilir mudik.
Irfan adalah satu dari sekian banyak anak berkebutuhan khusus yang menjalani terapi di Klinik BAC. "Sejak umur dua tahun, kami diberitahu kalau anak kedua kami ini mengalami gangguan pendengaran. Kami pun diberitahu pihak rumah sakit untuk membawa Irfan terapi di Klinik BAC," ungkap Kabri, ayah Irfan.

Perubahan sedikit demi sedikit dirasakan Kabri dan istri setelah membawa Irfan terapi ke BAC. Irfan yang awalnya susah diarahkan, labil, dan sedikit interaktif, kini mulai bisa diarahkan. Di rumah pun Irfan tidak mudah marah atau menangis lagi. "Meski masih harus menggunakan alat bantu dengar, ia sekarang sudah mulai memahami instruksi yang dikatakan therapis maupun orang tuanya, mendengarkan pembicaraan orang lain," ujar Kabri.

Sekelumit tentang Irfan, mewakili kisah anak berkebutuhan khusus lainnya yang sedang menjalani terapi di klinik BAC. Klinik anak berkebutuhan khusus yang berada di bawah naungan manajemen RSPB yang hari ini, Minggu (4/4), berusia ke-23.

Rumah sakit yang awalnya hanya melayani kebutuhan medis karyawan perminyakan di Balikpapan, kini menjadi rumah sakit swasta yang melayani berbagai kalangan. Karyawan berbagai perusahaan, masyarakat umum, hingga peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kota Balikpapan.

Enam tahun belakangan ini, yakni sejak 18 April 2004, RSPB melebarkan sayapnya dengan meresmikan Balikpapan Autis Center (BAC), klinik khusus bagi anak-anak yang juga memiliki kebutuhan khusus di Jl Cepu No 1, kawasan Panorama Balikpapan.

Memasang nama Autis Center, bukan berarti hanya melayani anak-anak penyandang autis tetapi berbagai kelainan lain pada anak, seperti Down Syndrome, Cerebral Palsy, Development Delay, ADHD (Atention Defisit Hyperaktif Disorder), serta Learning Disabilitis.

Hingga tahun ini, BAC pun telah merawat sedikitnya 110 anak dengan kebutuhan khusus. "Awalnya, kami merawat 26 anak dan rata-rata mereka sudah mengalami perubahan dan dapat bersekolah di sekolah reguler. Untuk sekarang ini, kami sedang menangani 21 anak dengan enam therapis yang ahli di bidangnya masing-masing. Setiap anak mendapat satu therapis yang akan selalu bersama selama satu jam. Mengapa? Agar masing-masing anak mendapat cukup perhatian dan penanganan yang serius terhadap masalahnya masing-masing," ungkap Penanggungjawab BAC, Sri Sulastri Amd OT.

Di BAC, tak hanya anak saja yang mendapat terapi, tetapi orangtua maupun pengasuh si anak juga dilibatkan dalam program terapi agar dapat mengulang di rumah. "Di sini (BAC) kami memberikan beragam terapi pada anak, mulai dari terapi perilaku, terapi wicara, terapi okupasi, terapi sensori integrasi hingga terapi sosial dengan menggelar kunjungan-kunjungan ke berbagai tempat bersejarah maupun hiburan di Balikpapan," kata wanita yang akrab disapa Lastri ini.

Ruang terapi di BAC pun sengaja dirancang dengan konsep rumah bermain. Sehingga memberi kenyamanan buat anak dan dilengkapi dengan ruang terapi sensori integrasi, ruang okupasi terapi dan ruang terapi perilaku. Masing-masing ruangan dilengkapi dengan CCTV untuk memudahkan terapis memantau dan mengontrol kemajuan masing-masing penyandang tanpa mengganggu aktivitas mereka.

Dalam pemberian terapi, masing-masing penyandang akan ditemani oleh satu orang terapis dengan latar pendidikan Sarjana Psikologi, Okupasi Terapi dan Fisioteraphy, di bawah koordinasi Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik.

Selain itu BAC juga memiliki konsultan seorang Spesialis Psikiater Anak dan Remaja dari RS Dr Soetomo Surabaya yang datang berkunjung rutin untuk bertemu langsung dengan penyandang di BAC.

sumber: http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/53622

2 komentar:

  1. bisakah saya minta nama child psychologist nya dan nomor telpon nya?

    BalasHapus
  2. Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta
    melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi
    wicara, sensori integrasi, behavior terapi, Renang& musik untuk
    anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu untuk ADD, ADHD, fisioterapi, home visit terapi &
    program pendampingan ke sekolah umum dan pelatihan terapi bagi orang
    tua anak berkebutuhan khusus. informasi selengkapnya bisa buka web pttkarumahsahabat.com atau telepon tlp 0274 8267882

    BalasHapus